Mengabdi Untuk Berbakti

Motivasi Diri

thumbnail


"Kenapa ngajinya salah terus ? , lagi mikirin apa sampeyan ? " . Pertanyaanku pada seorang anak santri yang pagi ini setoran hafalan dan banyak salahnya. " Lagi galau bu,  pengen pulang, semalam tidak enak badan,  sering pusing sama sakit perut kalo inget rumah ".  jawabnya.

Bukan zaman now saja setiap orang punya masalah,  sudah sejak zaman old setiap orang itu punya masalah.  Mungkin bukan hanya muridnya saja yang galau,  tapi gurunya juga sering galau, sama saja.  Setiap orang mengalaminya,  muda dan tua , miskin dan kaya juga sama saja punya masalah. Setiap manusia di dunia ini memiliki permasalahannya masing-masing. 

Bagaimana reaksi kita dalam menghadapi masalah,  bagaimana bisa bertahan dan menyikapi masalah itulah yang kita perlukan.

Allah swt itu Maha bijaksana,  DIA selalu kirimkan orang-orang baik di sekitar kita. Ketika kita sedang tertekan,  ketika kita sedang sakit,  ketika kita sedang butuh dukungan, ketika kita kesepian,  dan tidak tahu harus bagaimana ternyata banyak sekali support system yang ada disekitar kita.

Ada Al Qur'an yang setiap saat menentramkan perasaan kita,  ada doa ibu yang selalu menjadi senjata ampuh bagi kita, ada keluarga yang mencintai kita dan setiap saat siap membantu, ada saudara dan teman-teman  yang baik serta selalu mengerti kita, ada murid-murid yang bisa menyenangkan hati kita.

Kurang baik apa Allah sama kita ? 

Ada cara  paling ampuh yang membuat kita selalu bisa kuat diterpa berbagai masalah adalah bersandar dan berserah diri kepada Allah swt. Tuhan yang Maha Kuasa yang mengatur segala hal.

Dukungan dan hubungan yang baik dari orang-orang disekitar kita akan membantu kita untuk bangkit, akan membuat kita lebih bersemangat dalam menjalani hidup ini.

Semakin baik hubungan yang terjalin akan semakin kokoh pula diri kita menghadapi hidup ini. Semua itu sangat kita butuhkan untuk sumber kekuatan selain kekuatan dari yang Maha Memberi Kekuatan.

Dalam menghadapi masalah saya ambil contoh ketika kita menghadapi rasa sakit. Orang sakit  itu sering merasa serba tidak nyaman,  perasaannya sensitif,  mudah tersinggung, sedikit-sedikit dipikir. Merasa tidak berdaya, tidak berguna dan perasaan lebay lainnya.

Orang sakit itu mempertahankan integritas tubuh dan psikis, memulihkan fungsi tubuh yang rusak, dan membatasi kerusakan yang tidak bisa pulih kembali.  Mungkin orang bisa sakit karena dia terlalu lelah baik fisik maupun mental.

Orang sakit itu terkadang membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya untuk mampu bertahan hidup,  dan membantu mengatasi perasaan tidak berdaya dan kecemasannya.

Kita harus menciptakan kemampuan pribadi untuk menghilangkan setiap kecemasan,  mengurangi perasaan yang menyakitkan karena pengalaman yang tidak enak, menciptakan mekanisme penolakan terhadap penyakit fisik dan psikis,  dan banyak hal yang tidak nyaman dalam hidup kita.

Bagaimana caranya? 

Ubah sudut pandang negatif dengan sudut pandang yang positif. Dengan berpikir positif kita akan semakin optimis dalam menghadapi setiap kesulitan dalam hidup ini. Dengan berpikir positif kita semakin kreatif dan bertambah wawasan kita. Dengan berpikir positif kita akan bahagia,  hidup ini menjadi indah,  jangan merasa tidak berguna,  jangan merasa tidak berdaya,  jangan merasa tidak berarti.

Keep spirit...
Semoga manfaat.

Tidak semua niat baik itu baik

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Apaan tuh maksutnya?  Jadi pengen nulis tentang niat,  terinspirasi dari peristiwa hari ini. Aku nulis dan terus menulis itu karena merasakan ketika aku menulis semua itu begitu indah,  aku lupa dengan kesedihan,  aku lupa dengan rasa sakit, aku lupa dengan penderitaan.

Aku tidak pernah berpikir kalau tulisanku ini nantinya akan menyinggung orang lain,  atau menyindir orang lain atau membuat resah hati orang lain.  

Mungkin ada yang menganggap itu tidak baik,  ada yang tidak pas,  ada yang beda,  ada yang tidak suka,  ya itulah dunia,  itulah kita manusia,hal itu wajar, so.. Keep enjoy, tetaplah menulis.

Sungguh niat semata-mata ingin agar tulisanku bisa memberi manfaat untuk orang lain. Agar mendapatkan ridha dari Allah swt.

Sebelum memulai menulis dan melakukan pekerjaan apapun kita harus senantiasa membersihkan hati kita dari perasaan ujub.

Benahi niat kita bersih semata-mata karena Alloh swt.  Di dalam kitab Arbain Nawawi bab 1 membahas tentang niat. "Innamal a'maalu binniyyaati" sesungguhnya semua amalan itu tergantung kepada niatnya.  Seseorang akan dinilai dan mendapatkan balasan mulia dari Alloh karena niatnya.

Seseorang yang melakukan perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh)  jika diiringi niat karena mencari keridhaan Allah maka dia akan bernilai ibadah.

Amalan dunia jika kita lakukan dan niatkan karena ibadah mengharap ridha Alloh maka akan bernilai ibadah seperti kita berangkat ke kantor,kerja niatkan untuk mencari ridha Allah pada bidangnya masing-masing. Dokter,perawat, dan tenaga kesehatan yang lain niat berangkat kerja untuk  membantu pasien, menolong orang lain dan niat baik yang lain.

Demikian juga sebaliknya perbuatan atau amal akherat seperti shalat, puasa, haji, sedekah jika kita lakukan dan niatnya salah supaya dilihat orang lain,  supaya disebutkan maka dia hanya akan mendapatkan seperti yang dia niatkan.

Betapa urusan niat ini sangat unik,  karena niat itu tempatnya di hati. Memang urusan niat ini kadang-kadang harus kita paksakan. Jangan sampai kita terjebak untuk tidak melakukan kebaikan karena niat kita belum ikhlas,  ingat kata salah satu guru saya ketika mondok dulu " yo niat itu harus dipekso,  kalo gak dipekso kapan kamu mau ngaji"

Memang butuh proses agar kita bisa ikhlas,  bisa beramal dan melakukan segala hal hanya karena Allah semata.

" Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan, siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasulnya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasulnya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju" (HR.  Bukhori dan Muslim)

Asbabul wurud dari hadist diatas seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama "Ummu Qois" bukan untuk meraih pahala berhijrah maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan "Muhajir Ummu Qois" (orang yang hijrah karena Ummu Qois).  

Wallahua'lam bissowab
Semoga bermanfaat

Ikhlas itu Kalo Kita Tidak Sakit Hati

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Merenungkan makna ikhlas itu berhari-hari gak ketemu jawabannya.  Ya jelas gak ketemu lah,  hanya direnungkan saja kok. Padahal di status wa ku itu jelas ada kata-kata " Bukanlah kesabaran jika masih ada batasnya dan bukanlah keikhlasan jika masih ada rasa sakit"  jadi ?

Kalo masih ada yang bilang sabar itu ada batasnya berarti itu bukan sabar. Sabar itu tak berbatas... Ikhlas itu kalo kita sudah tidak merasakan sakit meskipun kita disakiti.  Hhm..

Apa ni contohnya ikhlas tu,  ketika kita update status kemudian dikomentari orang bermacam-macam komentar. Ada yang memuji,  ada yang hanya sekedar komentar,  bahkan ada yang tidak sependapat. Nah,  saat itu kita tetap biasa saja. Dipuji juga perasaannya biasa,  di komentari juga biasa dan dicaci juga biasa,  sama saja. Mungkin itu yang namanya ikhlas.

Supaya bukan hanya merupakan pendapat pribadi akan saya ambil beberapa pendapat para ulama mengenai Ikhlas ini.

Terdapat didalam kitab At Tibyan fii Adabi Hamalatil Qur'an yang saya mengkajinya langsung dari KH.Muslim Nawawi sewaktu nyantri di PP An Nur disana dijelaskan pada bab 4 tentang adab-adab pengajar Al Quran dan pelajarnya diriwayatkan dari Al Ustadz Abul Qosim Al Qusyairi rahimahullah ia berkata "Ikhlas ialah taat kepada Alloh saja dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Taala tanpa sesuatu tujuan yang lain, seperti berpura-pura kepada makhluk atau menunjukkan perbuatan baik kepada orang banyak atau mengharap pujian dari manusia atau sesuatu makna selain mendekatkan diri kepada Allah swt". Dan beliau berkata " Boleh dikatakan, Ikhlas itu adalah membersihkan perbuatan dari perhatian makhlul".

Masih dalam kitab tersebut dijelaskan dari Dzun Nun rahimahullah ia berkata " Tiga perkara yang merupakan tanda ikhlas,  yaitu sama saja tidak terpengaruh oleh pujian dan celaan orang banyak,  lupa melihat amal-amal baik kita,  dan hanya mengharap amal-amalnya di akherat.

Dari As Sariyyu rahimahullah,  ia berkata " jangan lakukan sesuatu karena mengharap pujian orang banyak,  jangan pula tinggalkan sesuatu karena mereka,  jangan menutup sesuatu karena mereka dan jangan membuka sesuatu karena mereka".

Ikhlas itu tidak senang ketika dipuji,  tidak malas ketika tidak ada yang komentar,  tidak benci ketika dicela dan beda pendapat. Jadi ikhlas itu tidak cari komentar,  tidak cari pujian dan membersihkan amalan kita dari perhatian manusia.  Kira-kira bisa tidak ya kita sampai pada derajat itu , karena ikhlas itu hal yang paling sulit bisa kita lakukan.

Semoga bermanfaat.