Mengabdi Untuk Berbakti

Ikhlas itu Kalo Kita Tidak Sakit Hati

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Merenungkan makna ikhlas itu berhari-hari gak ketemu jawabannya.  Ya jelas gak ketemu lah,  hanya direnungkan saja kok. Padahal di status wa ku itu jelas ada kata-kata " Bukanlah kesabaran jika masih ada batasnya dan bukanlah keikhlasan jika masih ada rasa sakit"  jadi ?

Kalo masih ada yang bilang sabar itu ada batasnya berarti itu bukan sabar. Sabar itu tak berbatas... Ikhlas itu kalo kita sudah tidak merasakan sakit meskipun kita disakiti.  Hhm..

Apa ni contohnya ikhlas tu,  ketika kita update status kemudian dikomentari orang bermacam-macam komentar. Ada yang memuji,  ada yang hanya sekedar komentar,  bahkan ada yang tidak sependapat. Nah,  saat itu kita tetap biasa saja. Dipuji juga perasaannya biasa,  di komentari juga biasa dan dicaci juga biasa,  sama saja. Mungkin itu yang namanya ikhlas.

Supaya bukan hanya merupakan pendapat pribadi akan saya ambil beberapa pendapat para ulama mengenai Ikhlas ini.

Terdapat didalam kitab At Tibyan fii Adabi Hamalatil Qur'an yang saya mengkajinya langsung dari KH.Muslim Nawawi sewaktu nyantri di PP An Nur disana dijelaskan pada bab 4 tentang adab-adab pengajar Al Quran dan pelajarnya diriwayatkan dari Al Ustadz Abul Qosim Al Qusyairi rahimahullah ia berkata "Ikhlas ialah taat kepada Alloh saja dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Taala tanpa sesuatu tujuan yang lain, seperti berpura-pura kepada makhluk atau menunjukkan perbuatan baik kepada orang banyak atau mengharap pujian dari manusia atau sesuatu makna selain mendekatkan diri kepada Allah swt". Dan beliau berkata " Boleh dikatakan, Ikhlas itu adalah membersihkan perbuatan dari perhatian makhlul".

Masih dalam kitab tersebut dijelaskan dari Dzun Nun rahimahullah ia berkata " Tiga perkara yang merupakan tanda ikhlas,  yaitu sama saja tidak terpengaruh oleh pujian dan celaan orang banyak,  lupa melihat amal-amal baik kita,  dan hanya mengharap amal-amalnya di akherat.

Dari As Sariyyu rahimahullah,  ia berkata " jangan lakukan sesuatu karena mengharap pujian orang banyak,  jangan pula tinggalkan sesuatu karena mereka,  jangan menutup sesuatu karena mereka dan jangan membuka sesuatu karena mereka".

Ikhlas itu tidak senang ketika dipuji,  tidak malas ketika tidak ada yang komentar,  tidak benci ketika dicela dan beda pendapat. Jadi ikhlas itu tidak cari komentar,  tidak cari pujian dan membersihkan amalan kita dari perhatian manusia.  Kira-kira bisa tidak ya kita sampai pada derajat itu , karena ikhlas itu hal yang paling sulit bisa kita lakukan.

Semoga bermanfaat.

Apakah yang harus dipersiapkan memasuki Ramadhan ?

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Tak terasa,  Ramadhan telah tiba. Perasaan senang dan gembira menyambut bulan Ramadhan diiringi dengan harapan semoga Ramadhan tahun ini membawa banyak berkah dan manfaat bagi kita.  

Apa bedanya orang zaman dulu dengan zaman now dalam menyambut Ramadhan?  

Kalangan salaf dahulu mempersiapkan datangnya Ramadhan dari 6 bulan sebelumnya, mereka berdoa dengan sungguh-sungguh agar bisa bertemu dengan Ramadhan. Subhanallah..Mereka begitu antusias menyambut berkah Ramadhan.

Sudahkah kita mempersiapkan dengan baik untuk menyambut Ramadhan  ini?

Beberapa hal yang perlu kita persiapkan dalam memasuki bulan Ramadhan :

Persiapan pertama Tazkiyatun Nafs (membersihkan diri dan hati), memohon ampunan kepada Alloh swt atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan, betapa banyak dosa, kesalahan yang selalu kita lakukan baik sadar ataupun tidak. Alloh swt itu Maha baik, Dia selalu menutup aib kita, sekalipun dosa yang kita lakukan sangat banyak. Astaghfirullah.. Mohon ampunanMu ya Allah...

Dengan membersihkan diri dapat melahirkan keikhlasan,  kesabaran,  tawakal dan amalan hati dapat menuntun kita kepada ibadah yang berkualitas.

Yang kedua,  siapkan keilmuan kita.  Jangan lelah untuk menuntut ilmu apalagi dibulan Ramadhan yang penuh maghfirah dan rahmat. Hanya dengan ilmu kita akan bisa melaksanakan ibadah puasa dengan benar. Menurut Ibnu Qoyyim Al Jauziyah "Orang yang berilmu mengetahui tingkatan ibadah,  perusak-perusak amal,  hal-hal yang menyempurnakannya dan apa saja yang menguranginya "

Ketiga, siapkan jiwa dan spiritual kita. Persiapkan diri lahir batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah lain didalamnya dengan hati yang ikhlas.

Empat,  persiapkan fisik,  jaga kesehatan karena kesehatan adalah modal utama untuk beribadah. Kalau badan kita sehat kita akan bisa beribadah dengan baik. Jaga pola makan yang sehat, aktivitas dan istirahat yang tepat.

Kelima,  persiapan dana.  Banyak amal shalih yang bagus dan pahalanya berlipat ganda untuk kita laksanakan dalam bulan Ramadhan ini. Persiapkan dana untuk infaq, shadaqoh, memberi buka dan lain-lain.

Semoga Alloh swt senantiasa memberikan kita kesehatan lahir batin,  kekuatan dan keridhaan  kepada kita sehingga kita diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah dibulan suci Ramadhan.

Mohon maaf lahir batin,  semoga bermanfaat.

Aman dan Nyaman Berkendara pada Usia Lanjut

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Usia lanjut bukan halangan untuk tetap beraktivitas seperti zaman masih muda. Masih merupakan topik dalam seminar beberapa hari yang lalu,  DR dr Probosuseno, SpPD, KGer  ahli lansia dari FK UGM RSUP Dr Sardjito menyampaikan beberapa tips agar aman dan nyaman berkendara pada usia lanjut.

Penyampaian materi yang sederhana dan mudah diterima oleh peserta yang terdiri dari kalangan awam, dokter spesialis, perawat,  akademisi,  bahkan ada beberapa doktor dan calon doktor yang mengikuti acara tersebut.
Menurut  CDC (Centers for Disease Control dan Prevention) tahun 2015 terdapat 40 juta orang usia lanjut (65 tahun ke atas) di Amerika Serikat yang memiliki sim berkendara. Pada tahun 2014 ditemukan data terdapat lebih dari 5700 orang lanjut usia yang meninggal dan 236 ribu lainnya dirawat akibat cedera kecelakaan.

Kondisi transportasi di Yogyakarta juga semakin ramai seperti layaknya kota besar, saat ini macet dimana-mana,  mobil sangat banyak kita jumpai di jalan raya. Proporsi usia lanjut di Yogyakarta yang memiliki SIM C 2,4% (30.000 dari 1.236.374) dan yang memiliki SIM A :1,8%(15.500 dari 879.000).

Berkendara membutuhkan kondisi fisik yang sehat dan prima.  Usia lanjut bukan pengemudi yang paling berbahaya di jalan. Namun ada resiko yang bisa terjadi diantaranya resiko kecelakaan meningkat mulai usia 55 tahun. Nyetir butuh keseimbangan antara fokus pandangan, kesigapan gerak tubuh dan ketajaman
 pemikiran.

Pada usia lanjut adaptasi otak semakin menurun, tendon persendian dan kekuatan tulang juga menyusut sehingga postur tubuh semakin membungkuk dan tampak pendek padahal postur tubuh yang baik sangat penting dalam keamanan mengemudi.

Sebenarnya boleh tidak sih lansia mengemudi mobil atau naik motor sendiri? Sulit menentukan apakah usia lanjut dapat mengemudi atau tidak. Tidak ada uji kompetensi memgemudi yang efektif dan mudah sehingga ini menjadi tugas dokter untuk menilai kapasitas fungsional pada lansia.

Proses menua dan kondisi medik pada usia lanjut yang mempengaruhi kemampuan mengemudi diantaranya akibat proses degeneratif yaitu penurunan fungsi penglihatan,  pendengaran, kognitif, kekuatan, kelenturan dan rentang gerakan

Kapan seharusnya berhenti? Lansia biasanya tidak boleh berkendara oleh anak atau keluarganya. Sebenarnya ada beberapa keuntungan berkendara bagi lansia yaitu mampu meningkatkan kualitas hidup,  meningkatkan rasa percaya diri, melatih kecerdasan selama tidak ada tanda yang membahayakan.  

Larangan mengemudi bagi lansia apabila ada tanda perubahan fungsi tubuh sperti stroke dan penyakit kronis lain seperti penyakit jantung,  DM (ada riwayat hipoglikemi), llansia dengan epilepsi, beberapa kondisi akut yang mengganggu kesadaran,  tanda sering melanggar atau terkena tilang karena sulit melihat rambu-rambu lalu lintas, bingung antara pedal gas dan rem,  tersesat atau lupa jalan pulang

Idealnya lansia layak mengemudi sendiri jika memiliki jarak pandang yang luas ke depan, dibantu dengan jarak antara mata ke gagang setir kurang lebih 8 cm.

Menurut DR dr. Probosuseno SpPD.KGer menuliskan tips aman mengemudi bagi lansia adalah sebagai berikut :

Cukup tidur sebelum bepergian,
bepergian /berkendara dengan teman, anak atau keluarga, tiap 200 km atau setiap 2 jam istirahat,cegah alkohol dan obat-obat berbahaya, bila sulit tidur cari penyebabnya dan segera konsultasi/berobat ke dokter, pada musim dingin dengan penghangat, bila sudah merasa lelah berhenti, pantau tingkat kesiagaan diri /pengenalan tanda kehilangan kesiagaan dengan cara amati apakah ada gangguan dalam gaya atau kemampuan seperti ketika mundur,  terlambat menginjak rem, tidak menyalakan lampu sen ketika mau belok, dalam mengemudi agar selalu siaga dengan cara mendengarkan radio, bicara dengan penumpang, minum air,  bernafas dalam tiap 10 menit.

Jika naik motor hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

Cek kondisi roda,  rem,  lampu,  spion,  surat-surat,  bahan bakar, jika musim hujan siapkan jas hujan yang baik, pastikan kendaraan aman dan nyaman, hati-hati jalan berlubang, batas pinggiran aspal, jika sebagai pembonceng, siapkan helm,  lihat jalan, jika membawa barang jangan sampai mengganggu gerakan berkendara

Apabila naik kendaraan umum maka perlu mempersiapkan hal-hal berikut :
Perkirakan jarak dan waktu tempuh dengan saat buang air, barang yang berat jangan dipangku, ditaruh ditempat yang aman,  diberi tanda (nama yang jelas), Jika belum kenal waspada minuman yang mengandung obat tidur dari kenalan orang seperjalanan, bawa obat rutin dan P3K, serta uang cukup jika ada pengamen atau peminta-minta, tempat uang yang terjaga dari pencopet, siapkan baterai ponsel penuh dan catat nomor-nomor penting (dibuku dan HP), bekal yang cukup (uang, makanan,  minuman),  saling berjaga dan selalu berdoa.


Pencegahan yang bisa dilakukan bagi anak dan keluarga untuk orang tuanya bisa kita lakukan dengan cara memfasilitasi orang tua lansia, temani ketika berkendara, tujuan tidak jauh, batasi waktunya, amati apakah ada gangguan, kita bisa menawarkan diri untuk menggantikan menyetir demi keamanan dan keselamatan,  pastikan kendaraan aman dan nyaman, fasilitasi orang tua untuk olahraga secara rutin untuk memperbaiki kekuatan serta fleksibilitas, antarkan untuk tes mata karena penglihatan merupakan indera utama untuk mengemudi.

Semoga bermanfaat.

Catatan kecil ngaji kitab Ta'limul Muta'allim karya Az Zarnubi

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Pagi selepas sholat dhuha jadwalnya adalah kajian kitab Ta'limul Muta'allim. Pada pagi hari ini sudah sampai pada bab "Mengagungkan Ilmu dan Ahli ilmu" agar ilmu kita manfaat dan berkah maka wajib untuk mengagungkan ilmu dan guru. Manusia tidak akan menjadi kafir karena perbuatan dosa/maksiat yang dia lakukan,  namun bisa menjadi kafir karena tidak mengagungkan Alloh swt.

Mengagungkan guru juga termasuk dari bagian mengagungkan ilmu. Dengan cara menghormati guru ilmu kita bisa berkah dan manfaat.  Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa dia rela menjadi budak/hamba sahaya bagi gurunya. Mau dijual,  mau disuruh apa juga menurut. Sampe segitunya  bagaimana kita harus patuh dan hormat pada guru kita.

Demi memulyakan guru juga sebaiknya memberikan hadiah kepada guru. Guru itu ya pasti ikhlas tidak mengharapkan apa-apa selain ridha Alloh tapi sebagai murid yo kadang-kadang boleh kasih hadiah untuk gurunya.  Saya ingat dalam tiga hari ini dikasih 3 hadiah dari murid saya,  ada yang ngasih kerudung,  ada yang ngasih baju, ada yang ngasih bahan. Subhanallah semua itu tanpa disangka dan diharapkan. Terimakasi anak-anakku.

Syeikh Sadiduddin Asy Syairaziy berkata gurunya berucap bagi yang ingin putranya alim, hendaklah suka memelihara,  memulyakan,  mengagungkan dan menghaturkan hadiah kepada ahli agama/ulama. Kalau bukan putranya nanti yang alim semoga cucunya.

Termasuk adab kepada guru jangan berjalan di depannya,  tidak duduk ditempatnya, tidak memulai bicara kecuali atas perkenannya, tidak berbicara macam-macam kepadanya,  dan jangan menanyakan hal-hal yang membosankan padanya.

Jadi penasaran pengen neliti kenapa santri zaman dulu beda banget dengan santri zaman now. Dulu,  saya sewaktu nyantri masih bisa nerapkan adab-adab seperti yang terdapat pada kitab Ta'lim tersebut,  namun nampaknya santri zaman now agak beda.  Padahal sepertinya makanannya sama, ada sebagian asumsi mengatakan karena pengaruh HP atau perkembangan teknologi. Sepertinya asumsi ini perlu dibuktikan dengan penelitian. Jadi penasaran pengen neliti tentang beda santri zaman dulu dgn zaman now. Menarik ini...

Setengah dari menghormati guru adalah mencari keridhaannya. Ada cerita dari Qadli Iman Fahruddin Al Arsyabandiy seorang sultan kepala para imam di Marwa beliau seorang yang derajatnya tinggi sangat dihormati, padahal dahulu beliau yang memasakkan gurunya. Ketika ditanya beliau mengatakan ini semua berkat dia menghormati dan berkhidmah kepada gurunya.

Jangan pernah membuat guru kita tidak ridha, jangan pernah melukai hati guru kita karena berkah ilmu menjadi tertutup dan sedikit kemanfaatannya.

Kiat Menghafal Al Qur'an

thumbnail
Kiat Mudah Menghafal Al Qur’an
Oleh : Nurul Isnaini

Waw gak salah nih menghafal Al Qur’an itu mudah?

Al Qur’an setebal itu dihafalkan? gimana caranya?

Ada teman yang bilang saya menghafalkan surat pendek-pendek saja susah. Ada lagi yang bilang saya menghafal Al Mulk juga gak lancar-lancar.

Bagaimana sih cara kita supaya mudah menghafalkan Al Qur’an? Gimana supaya hafalan kita gak mudah lupa. Adalagi yang bilang kalau hafal, tapi tidak tahu maknanya, ya sama juga bohong. Sia-sia ... Dan  masih banyak lagi yang lain.

Jadi ingat, ketika pertama kali orang tuaku mengantarkan aku ke sebuah pesantren di daerah Bantul. Saat itu simbah Kyai bertanya, mau sekolah nyambi mondok atau mondok nyambi sekolah? Saat itu, yang muncul dalam benakku adalah  apa bedanya ya pertanyaan Mbah Kyai?

Setelah dipikir-pikir ternyata sangat berbeda makna dari pertanyaan itu, artinya penempatan niat adalah yang paling utama bagi seluruh aktivitas yang kita lakukan.

Niat merupakan inti pertama yang akan menjadikan seseorang mudah atau tidak menjalani kegiatannya.

Pekerjaan kita di dunia akan bisa bernilai ibadah manakala niat kita bagus karena Allah swt.

Demikian pula pekerjaan akherat bisa jadi tidak bernilai apa-apa ketika niat kita salah. Kadang niat ikhlas itu harus dipaksa terlebih dahulu, kalau anak kecil pengen menghafal Al Quran sudah di tanya niatnya apa? Pasti mereka tidak akan menjawab karena Allah swt, awalnya niatnya karena pengen temannya yang hafal juga, atau karena di suruh orang tuanya dan masih banyak niat yang lainnya.

Awal aku di pesantren gak pernah terbersit sedikit pun untuk menghafalkan Al Qur’an. Saat itu umurku masih 12 tahun.

Aku lalui kegiatan di pesantren dengan rutinitas yang kadang membosankan. Setiap pagi aku sekolah di SMP Negeri 2 Bantul  yang tidak jauh dari pondok bersama beberapa temanku.

Pulang sekolah aku mengikuti kegiatan rutin di pesantren mulai dari madrasah setiap sore dan ngaji membaca Al Qur’an setiap bada magrib.

Berada di lingkungan di Pesantren dan teman-teman yang selalu bergelut dengan Al Qur’an, setiap saat mendengarkan ayat-ayat suci di lantunkan membuat hatiku merasakan keinginan yang kuat untuk menghafal seperti teman-teman. Singkat cerita sore itu aku sowan ke bu Nyai untuk izin menghafalkan Al Quran.

Saat itu usiaku sudah 14 tahun, ketika aku utarakan maksudku untuk menghafalkan. Jawaban beliau adalah izinlah kepada orang tuamu terlebih dahulu.

Seberapa pentingnya doa dan keridloan orang tua terhadap kesuksesan anaknya tentulah akan sangat menentukan keberhasilan seseorang.

Orangtuaku sangat senang ketika aku mohon izin dan doa mereka untuk memulai menghafal Al Quran. Hari demi hari ku lalui dengan senantiasa bercengkrama dengan ayat-ayat suci Allah swt.

Proses yang ku lalui dalam tahapan menghafal sangat beragam baik suka maupun duka.  Kadang semangat kadang juga malas, kadang mudah kadang terasa susah.

Saat hafalanku menginjak juz ke-21 saat itu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah sangatlah padat. Timbul rasa putus asa untuk melanjutkan hafalan, akhirnya aku pulang ke rumah dan matur kepada ayahku.
“Ayah, aku capeek, aku ingin berhenti salah satu saja supaya lebih fokus....”

Nggak nyangka jawaban dari ayahku adalah  boleh berhenti salah satu yaitu sekolahnya. Aku menangis seketika mendengar jawaban ayahku. Yang sebenarnya ku harapkan adalah,“Selesaikan sekolahmu dahulu, besok lanjutkan hafalannya. Sedihnya perasaanku saat itu.

Akhirnya dengan berat hati aku kembali ke pondok dan melanjutkan rutinitasku menghafal sambil sekolah.

Tanpa terasa, akhirnya selesai juga hafalan Al Qur’anku 30 juz ketika usiaku 17 tahun. Lega dan plong rasanya karena keinginanku untuk membuat orang tuaku bahagia akhirnya terwujud.

Bagaimana tips agar mudah menghafal Al Quran sesuai dengan pengalamanku?  

* semoga bermanfaat
* bersambung

Motivasi bagi Penuntut Ilmu

thumbnail
Semangatlah anak-anakku, Never ending Learning
Oleh : Nurul Isnaini

Pagi ini rasanya aku diingatkan ketika seorang murid santri menyetorkan hafalannya yang kebetulan sampai juz 28 pada surat Al Mujaadalah ayat 11 pas sampai ayat itu entah kebetulan atau memang Alloh swt  mengingatkan aku dengan cara santri tersebut membaca salah sampai 3 kali.

Aku menjadi tersadar untuk memberikan motivasi bagi para santri yang menghafal Al Qur'an maupun yang tidak yang semua dalam rangka menuntut ilmu.  

Selalu teringat dengan nasihat dari guru besarku, kyaiku,  ayahandaku,idolaku dan inspiratorku  KH. Nawawi Abdul Aziz Allohu yarham ketika pernah suatu kesempatan aku pamit hendak ijin melanjutkan kuliah, masih sangat ingat waktu itu beliau mengatakan tidak usah kuliah yang sulit karena sampeyan (kamu)  itu harus menjaga hafalan Al Qur'anmu. "ora sah minder yen ora kuliah wae wong apal Qur'an ki wes ngungkuli sarjana bahkan doktor" ( tidak perlu rendah diri walaupun tidak kuliah saja orang yang hafal Al Qur'an itu sudah melebihi seorang sarjana bahkan doktor sekalipun).  

Subhanalloh,  begitu bijaksananya beliau. Semoga Alloh selalu memberikan tempat yang mulia di sisiNya, dan  menempatkan beliau di JannahNya.

Jadi ingat juga ketika mengaji kitab Ta'limul Muta'allim karya  Al 'Alamah Syaikh Burhanuddin Az Zarnubi yang isinya mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Ketika sampai pada bab Keutamaan ilmu dan Ahlinya disana  menjelaskan bahwa ahli ilmu itu pantas dijadikan sebagai rujukan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Mereka adalah orang-orang pilihan Alloh swt.

Beberapa keutamaan ilmu juga disebutkan di dalam kitab tersebut diantaranya bahwa orang yang beilmu akan diangkat derajatnya oleh Alloh swt. Seperti yang terdapat dalam Al Mujadalah ayat  11 "Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" .

Ada sebuah cerita pada zaman dahulu ada seorang yang lehernya cacat,  dia selalu menjadi bahan ejekan dan tertawaan. Kemudian ibunya berkata kepadanya " hendaknya engkau menuntut ilmu, niscaya Alloh akan mengangkat derajatmu", sejak itu orang tersebut belajar ilmu agama hingga menjadi orang yang alim,  sehingga dia diangkat menjadi qadhi (hakim) di Mekkah selama 20 tahun. Apabila ada orang yang berperkara duduk dihadapannya maka gemetarlah tubuhnya hingga ia berdiri.

Ilmu adalah nikmat yang paling agung. Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Alloh maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya. Ilmu adalah kebaikan didunia dan akherat. Ilmu adalah kebahagiaan. Bila bahagia hati menjadi terasa nikmat sehingga membawa kepada kebersihan hati dan kemuliaan.

Menuntut ilmu akan membawa kepada kebersihan hati,  kemuliaan,  kehidupan,  dan cahaya. Hati menjadi lebih bersih dan mulia dengan ilmu sehingga membawa kesempurnaan diri dan kemuliaan. Orang yang berilmu akan menjadi takut dan bertaqwa kepada Alloh swt.

Pahala ilmu yang diajarkan tetap mengalir sepanjang masa. Masih ingat juga satu syair dalam kitab Alala karya " wong nduwe ilmu…
Pahala ilmu yang diajarkan tetap mengalir sepanjang masa. Masih ingat juga satu syair dalam kitab Alala karya " wong nduwe ilmu iku urip sakwuse mati dene adon-adone bosok neng ngisor bumi" (orang yang memiliki ilmu itu tetap hidup walaupun sudah meninggal,  walaupun pahitnya jasad sudah membusuk dibawah bumi). Selama ilmunya diamalkan orang lain maka seseorang akan menerima pahalanya.

Ilmu akan membawa kita untuk berfikir yang baik, benar,  dan mengantarkan kita pada keselamatan. Dengan pemahaman yang benar kita dapat senantiasa merenungkan ayat-ayat Alloh swt.

Ilmu lebih baik daripada harta. Keutamaan ilmu dibandingkan harta diantaranya sebanyak apapun ilmu tidak pernah menyusahkan pemiliknya untuk menyimpannya, tidak perlu gedung yang megah dan tinggi untuk meletakkannya, cukup di dalam dada dan kepala.

Ilmu juga akan menjaga pemiliknya, sedangkan harta kita yang harus menjaganya. Jika kita membagikan ilmu maka ilmu kita akan bertambah sedangkan harta jika kita gunakan maka akan habis. Ilmu menemani kita perasaan aman, kebahagiaan dan kegembiraan sedangkan harta menemani kita dengan ketakutan dan kesedihan. Ilmu tidak menjadikan kita takut fakir sedangkan harta bila Alloh menghendaki dalam sekejab bisa habis/hilang. Bila meninggal ilmu akan masuk bersama pemiliknya ke dalam kubur sedangkan pemilik harta akan berpisah dengan hartanya.

Masih banyak lagi keutamaan ilmu yang dijelaskan dalam kitab Ta'lim ataupun kitab yang lain.  Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan dan keridhaan oleh Alloh swt dalam tholabul ilmi.

Semangatlah kalian dalam menuntut ilmu... Semoga selalu dalam lindungan dan kasih sayang Alloh swt.

Semoga bermanfaat


Menulis Membuatku Bahagia

thumbnail
Menulis membuatku bahagia
Oleh : Nurul Isnaini

Merasakan bahagia ketika bisa menyelesaikan satu tulisan, terlepas dari bagus atau tidak apa yang kita tulis.  

Benar apa yang disampaikan guru saya pak Cahyadi Takariawan seorang penulis terkenal yang produktif menghasilkan karya,  konselor  pada Jogja Family Center dan Rumah Keluarga Indonesia,  seorang trainer dan masih banyak lagi kedudukan yang lain, dalam bukunya yang berjudul  Menulis itu Membahagiakan.

Terinspirasi dari tulisan pak Cah tersebut saya mulai mencoba menulis walaupun tulisan saya masih acak-acakan kadang belum sesuai dengan kaidah,  asal nulis saja dan yang penting nulis, masalah baku atau tidak baku itu dipikirkan nanti.

Saya mulai senang menulis ketika mendapatkan kesempatan untuk menjadi petugas kesehatan haji. Banyak sekali peristiwa yang sangat mengesan saya temui disetiap perjalanan ibadah saya. Pengalaman-pengalaman tersebut saya tuangkan di dalam tulisan.

Senang dan bahagia ketika menyelesaikan satu kisah yang saya jumpai. Lebih bahagia lagi kalau setelah kita bagikan ada yang membaca,  merespon bahkan terkadang ada yang memberikan masukan,  komentar. Lebih merasa bahagia apabila tulisan saya bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Meskipun tulisan saya belum bagus,  masih banyak kekurangan di sana sini saya tetap semangat untuk menulis. Ingat kata pak Cah menulis dan teruslah menulis. Menulis itu jati dirimu,  menulis itu masa depanmu,  menulis itu peradabanmu dan masih banyak lagi yang beliau ungkapkan dan sangat menginspiratif.

Dalam tahap belajar saya merasa bahagia karena menulis bisa membuat saya lupa dengan kesedihan,  membuat saya lupa dengan rasa sakit, menulis juga membuat saya selalu bersemangat dalam aktivitas sehari-hari.

Ketika saya baca lagi tulisan-tulisan yang lampau saya senyum-senyum sendiri, benar-benar lugu tidak menggunakan tata bahasa yang baik, kadang-kadang bahasanya pun ndeso (kampungan), tidak memperhatikan tanda baca, asal bunyi saja. Tidak ada kata terlambat untuk terus membenahi, belajar sepanjang hayat.

Semoga tulisan curhat ini ada manfaatnya,  terimakasih untuk semua guruku, tanpamu apa jadinya aku.... Semoga ilmunya berkah manfaat.