Mengabdi Untuk Berbakti

Motivasi bagi Penuntut Ilmu

thumbnail
Semangatlah anak-anakku, Never ending Learning
Oleh : Nurul Isnaini

Pagi ini rasanya aku diingatkan ketika seorang murid santri menyetorkan hafalannya yang kebetulan sampai juz 28 pada surat Al Mujaadalah ayat 11 pas sampai ayat itu entah kebetulan atau memang Alloh swt  mengingatkan aku dengan cara santri tersebut membaca salah sampai 3 kali.

Aku menjadi tersadar untuk memberikan motivasi bagi para santri yang menghafal Al Qur'an maupun yang tidak yang semua dalam rangka menuntut ilmu.  

Selalu teringat dengan nasihat dari guru besarku, kyaiku,  ayahandaku,idolaku dan inspiratorku  KH. Nawawi Abdul Aziz Allohu yarham ketika pernah suatu kesempatan aku pamit hendak ijin melanjutkan kuliah, masih sangat ingat waktu itu beliau mengatakan tidak usah kuliah yang sulit karena sampeyan (kamu)  itu harus menjaga hafalan Al Qur'anmu. "ora sah minder yen ora kuliah wae wong apal Qur'an ki wes ngungkuli sarjana bahkan doktor" ( tidak perlu rendah diri walaupun tidak kuliah saja orang yang hafal Al Qur'an itu sudah melebihi seorang sarjana bahkan doktor sekalipun).  

Subhanalloh,  begitu bijaksananya beliau. Semoga Alloh selalu memberikan tempat yang mulia di sisiNya, dan  menempatkan beliau di JannahNya.

Jadi ingat juga ketika mengaji kitab Ta'limul Muta'allim karya  Al 'Alamah Syaikh Burhanuddin Az Zarnubi yang isinya mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Ketika sampai pada bab Keutamaan ilmu dan Ahlinya disana  menjelaskan bahwa ahli ilmu itu pantas dijadikan sebagai rujukan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Mereka adalah orang-orang pilihan Alloh swt.

Beberapa keutamaan ilmu juga disebutkan di dalam kitab tersebut diantaranya bahwa orang yang beilmu akan diangkat derajatnya oleh Alloh swt. Seperti yang terdapat dalam Al Mujadalah ayat  11 "Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" .

Ada sebuah cerita pada zaman dahulu ada seorang yang lehernya cacat,  dia selalu menjadi bahan ejekan dan tertawaan. Kemudian ibunya berkata kepadanya " hendaknya engkau menuntut ilmu, niscaya Alloh akan mengangkat derajatmu", sejak itu orang tersebut belajar ilmu agama hingga menjadi orang yang alim,  sehingga dia diangkat menjadi qadhi (hakim) di Mekkah selama 20 tahun. Apabila ada orang yang berperkara duduk dihadapannya maka gemetarlah tubuhnya hingga ia berdiri.

Ilmu adalah nikmat yang paling agung. Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Alloh maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya. Ilmu adalah kebaikan didunia dan akherat. Ilmu adalah kebahagiaan. Bila bahagia hati menjadi terasa nikmat sehingga membawa kepada kebersihan hati dan kemuliaan.

Menuntut ilmu akan membawa kepada kebersihan hati,  kemuliaan,  kehidupan,  dan cahaya. Hati menjadi lebih bersih dan mulia dengan ilmu sehingga membawa kesempurnaan diri dan kemuliaan. Orang yang berilmu akan menjadi takut dan bertaqwa kepada Alloh swt.

Pahala ilmu yang diajarkan tetap mengalir sepanjang masa. Masih ingat juga satu syair dalam kitab Alala karya " wong nduwe ilmu…
Pahala ilmu yang diajarkan tetap mengalir sepanjang masa. Masih ingat juga satu syair dalam kitab Alala karya " wong nduwe ilmu iku urip sakwuse mati dene adon-adone bosok neng ngisor bumi" (orang yang memiliki ilmu itu tetap hidup walaupun sudah meninggal,  walaupun pahitnya jasad sudah membusuk dibawah bumi). Selama ilmunya diamalkan orang lain maka seseorang akan menerima pahalanya.

Ilmu akan membawa kita untuk berfikir yang baik, benar,  dan mengantarkan kita pada keselamatan. Dengan pemahaman yang benar kita dapat senantiasa merenungkan ayat-ayat Alloh swt.

Ilmu lebih baik daripada harta. Keutamaan ilmu dibandingkan harta diantaranya sebanyak apapun ilmu tidak pernah menyusahkan pemiliknya untuk menyimpannya, tidak perlu gedung yang megah dan tinggi untuk meletakkannya, cukup di dalam dada dan kepala.

Ilmu juga akan menjaga pemiliknya, sedangkan harta kita yang harus menjaganya. Jika kita membagikan ilmu maka ilmu kita akan bertambah sedangkan harta jika kita gunakan maka akan habis. Ilmu menemani kita perasaan aman, kebahagiaan dan kegembiraan sedangkan harta menemani kita dengan ketakutan dan kesedihan. Ilmu tidak menjadikan kita takut fakir sedangkan harta bila Alloh menghendaki dalam sekejab bisa habis/hilang. Bila meninggal ilmu akan masuk bersama pemiliknya ke dalam kubur sedangkan pemilik harta akan berpisah dengan hartanya.

Masih banyak lagi keutamaan ilmu yang dijelaskan dalam kitab Ta'lim ataupun kitab yang lain.  Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan dan keridhaan oleh Alloh swt dalam tholabul ilmi.

Semangatlah kalian dalam menuntut ilmu... Semoga selalu dalam lindungan dan kasih sayang Alloh swt.

Semoga bermanfaat


Menulis Membuatku Bahagia

thumbnail
Menulis membuatku bahagia
Oleh : Nurul Isnaini

Merasakan bahagia ketika bisa menyelesaikan satu tulisan, terlepas dari bagus atau tidak apa yang kita tulis.  

Benar apa yang disampaikan guru saya pak Cahyadi Takariawan seorang penulis terkenal yang produktif menghasilkan karya,  konselor  pada Jogja Family Center dan Rumah Keluarga Indonesia,  seorang trainer dan masih banyak lagi kedudukan yang lain, dalam bukunya yang berjudul  Menulis itu Membahagiakan.

Terinspirasi dari tulisan pak Cah tersebut saya mulai mencoba menulis walaupun tulisan saya masih acak-acakan kadang belum sesuai dengan kaidah,  asal nulis saja dan yang penting nulis, masalah baku atau tidak baku itu dipikirkan nanti.

Saya mulai senang menulis ketika mendapatkan kesempatan untuk menjadi petugas kesehatan haji. Banyak sekali peristiwa yang sangat mengesan saya temui disetiap perjalanan ibadah saya. Pengalaman-pengalaman tersebut saya tuangkan di dalam tulisan.

Senang dan bahagia ketika menyelesaikan satu kisah yang saya jumpai. Lebih bahagia lagi kalau setelah kita bagikan ada yang membaca,  merespon bahkan terkadang ada yang memberikan masukan,  komentar. Lebih merasa bahagia apabila tulisan saya bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Meskipun tulisan saya belum bagus,  masih banyak kekurangan di sana sini saya tetap semangat untuk menulis. Ingat kata pak Cah menulis dan teruslah menulis. Menulis itu jati dirimu,  menulis itu masa depanmu,  menulis itu peradabanmu dan masih banyak lagi yang beliau ungkapkan dan sangat menginspiratif.

Dalam tahap belajar saya merasa bahagia karena menulis bisa membuat saya lupa dengan kesedihan,  membuat saya lupa dengan rasa sakit, menulis juga membuat saya selalu bersemangat dalam aktivitas sehari-hari.

Ketika saya baca lagi tulisan-tulisan yang lampau saya senyum-senyum sendiri, benar-benar lugu tidak menggunakan tata bahasa yang baik, kadang-kadang bahasanya pun ndeso (kampungan), tidak memperhatikan tanda baca, asal bunyi saja. Tidak ada kata terlambat untuk terus membenahi, belajar sepanjang hayat.

Semoga tulisan curhat ini ada manfaatnya,  terimakasih untuk semua guruku, tanpamu apa jadinya aku.... Semoga ilmunya berkah manfaat.


Komunikasi pada Lansia

thumbnail
Sukses Komunikasi    pada Usia Lanjut
Oleh : Nurul Isnaini

Pada hari Jumat tanggal 11 Mei kemarin saya mengikuti seminar yang diadakan oleh pokja geriatri RSUP Dr. Sarjito dan Divisi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UGM Yogyakarta.

Seminar ini diadakan dalam rangka DIES ke-72 FKKMK UGM, HUT RS UGM ke 6 dan HUT ke-36 RSUP ke-36 RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Ketertarikan saya mengikuti kegiatan ini selain karena alasan menambah wawasan dan menuntut ilmu adalah karena termotivasi untuk mendengarkan penjelasan dari guru,dosen,pembimbing dan inspirator saya yaitu DR. Dr.  Probosuseno, SpPD,Kger,FINASIM.

Beliau seorang  konsultan ahli gerontik (pakar kesehatan usia lanjut) yang ilmunya luar biasa ,penyampaian materinya sangat mudah diterima meski oleh orang awam sekalipun,diselingi dengan  humor yang segar sehingga mudah dipahami, dan tidak monoton.

Banyak sekali jabatan yang beliau miliki diantaranya sebagai ketua pokja geriatri ASM FK UGM,  ketua blok Elderly FK UGM,  pengurus IDI cab Sleman dan wilayah DIY, Ketua AKHI dan Perdokhi DIY dan masih banyak lagi jabatan yang lain.

Meskipun begitu beliau sangat low profil, dekat dengan semua orang, tidak pandang bulu, tidak pilih-pilih dalam berkomunikasi maupun bergaul. Semoga kesehatan dan keberkahan ilmu selalu diberikan oleh Alloh swt untuk beliau dan guru-guru kita semua.

Komunikasi semudah bernafas

Komunikasi itu hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Orang beranggapan bahwa komunikasi itu tidak perlu dipelajari. Di dalam kehidupan sehari-hari kemampuan berkomunikasi sering kita temukan dapat memperlancar atau bahkan menghambat hubungan antar manusia.

Kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk berkomunikasi sehingga kita merasa komunikasi itu sangat mudah seperti kita bernafas,namun ternyata tidak semua komunikasi yang kita lakukan itu berhasil sesuai dengan yang kita inginkan.

Komunikasi berguna untuk menginformasikan, mendidik,  menghibur, mengekspresikan perasaan dan mempengaruhi orang lain.

Proses perubahan perilaku dilalui dengan komunikasi dari tidak tahu menjadi tahu kemudian bisa menerima, mempunyai keinginan selanjutnya mempraktekan dan mampu mempengaruhi orang lain.

Ada beberapa kemampuan dan persiapan yang perlu kita kuasai dan terapkan dalam komunikasi dengan orang lain.

Supaya komunikasi kita efektif diperlukan pemahaman mengenai bahasa tubuh (komunikasi nonverbal)  seperti ekspresi wajah, gerak-gerik, dan berbagai isyarat yang lain. Menjaga sikap positif juga penting kita lakukan ketika kita berkomunikasi dengan orang lain.  

Menurut dr. Patricia Paton agar komunikasi dengan orang lain efektif kita harus mengenal diri sendiri terlebih dahulu, dalam hal ini ada teori yang bisa kita terapkan yang terkenal dengan Johari Window,sebuah teknik mengenal diri yang dikemukakan oleh dua psikolog Amerika, yaitu Joseph Luft dan Harrington Ingham.  

Konsep ini menyebutkan bahwa ada empat ruang yaitu open atau area terbuka adalah bagian diri dimana baik diri sendiri ataupun orang lain mengetahuinya,. Ruang kedua disebut blind spot (buta) adalah bagian diri yang dikenali orang lain walaupun diri sendiri tidak mengetahuinya.  Ruang ketiga disebut hidden (tertutup) yaitu beberapa hal dari diri yang kita sembunyikan dari orang lain. Ruang keempat disebut unknown (tidak dikenali)  berisi bagian diri yang baik sadar atau tidak sadar tidak diketahui oleh diri sendiri danorang lain.

Aplikasi johari window pada komunikasi mengharapkan agar kita memperluas daerah terbuka pada diri kita. Bagaimana caranya?  Akan kita bahas pada tulisan selanjutnya ya....

Hasil riset dari Mechribian dan Ferris menyebutkan keberhasilan penyampaian informasi 55% ditentukan oleh bahasa tubuh (postur,  isyarat,  kontak mata),  38% ditentukan oleh nada suara (cara bertutur,dialek,intonasi) dan 7 % saja yang ditentukan oleh kata-kata. Dari hasil riset tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang efektif akan berhasil bila dilakukan dengan bahasa baik verbal maupun nonverbal.

Komunikasi yang sukses pada Lansia

Lebih mudah  untuk berkomunikasi dengan orang yang usianya tidak jauh berbeda dengan kita daripada dengan orang yang sudah lanjut usia.

Banyak teori yang menjelaskan bagaimana cara kita berkomunikasi dengan lansia dan cara menyenangkan mereka.  Teori proses menua dikuti oleh perubahan fisik, psikis, sosial.

Menurut penjelasan DR.Probosuseno komunikasi pada Lansia akan sukses bila memenuhi hal-hal berikut :

K- kamu ,kisah,  kecepatan dan kerasnya suara (pesan),  kata akhir diperjelas artinya kita harus membina kedekatan emosional dengan menggunakan kata kami atau kita karena hal itu menciptakan suasana bahwa anda dan mereka ada pada posisi dan tingkat yang sama. Kesamaan akan menyebabkan kedekatan emosional. Pengucapan yang jelas, intonasi yang ramah,  kecepatan dan kerasnya suara juga harus diperhatikan bagi lansia,  kata-kata yang penting dan akhir ditekankan agar lebih jelas. Hal ini membuat lansia merasa dihargai.

O- oral higiene. Sebelum berkomunikasi dengan lansia kota harus melakukan perawatan untuk kebersihan mulut kita agar lansia menjadi nyaman.

M-memperhatikan artinya ketika kita berkomunikasi dengan lansia kita harus menatap wajah mereka,  badan condong atau membungkuk ke depan,  pertahankan kontak mata,  berhadapan.

U-untung untuk kita artinya apa yang kita komunikasikan dengan lansia itu bisa bermanfaat, bisa kita ulangi dan tidak boleh sombong

N-nama dan hal yang penting sebut/ingat artinya kita bisa menyebutkan nama lansia tersebut dan hal-hal yang penting yang mereka banggakan atau sukai

I-interest (perhatian) maksutnya tunjukkan kepada mereka bahwa kita memprrhatikan,  kita perduli dan senang berbicara dengan mereka.

K-kesempatan,  berikan kesempatan mereka untuk berbicara,  apabila perlu alat bantu seperti kertas,  atau media yang laim bisa kita gunakan.

A-alat bantu,  amanah,  andai aku kadi dia,  angguk,  akrab artinya apabila butuh alat bantu bisa kita gunakan,  berikan empati kita dengan ikut merasakan apa yang mereka alami, posisikan bagaimana seandainya kita menjadi dia,  bahasa tubuh mengangguk, akrab atau hangat juga perlu kota pertahankan.

S-setara,semangat, sesuatu untuknya,  sederhana, sentuh artinya kita menghargai lansia sebagaimana kita memposisikan bahwa mereka adalah orang tua kita, senyuman yang tulus juga perlu kita berikan untuk mereka,  panggilan yang sopan,  dan gunakan bahasa yang sederhana, berikan juga sentuhan pada pundak misalnya , akan membuat mereka lebih berharga,  berguna serta dapat meningkatkan motivasi mereka dalam berkarya dan beraktivitas.

I-ingat Tuhan artinya selalu gunakan pendekatan agama untuk berkomunikasi dengan lansia,  seperti kita ingatkan pra -selama dan pasca meninggal,  balasan serta keturunan

Semoga berkah manfaat

Komunikasi

thumbnail
komunikasi pada anak

Bagaimana Menuntut Ilmu Barakah dan Beradab

thumbnail
Apakah terbayang di fikiran Saudara, ada seseorang yang berhasil di bidang apa saja, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, dapat mencapainya tanpa ilmu pengetahuan yang berkaitan dengannya ? 



Sulit rasanya kita membayangkan ada orang yang demikian. Tengoklah pula di sekeliling Saudara, mengapa ada orang-orang yang lebih dihormati, lebih disukai, dan lebih didengarkan perkataannya. Salah satunya yang terpenting adalah karena ilmu yang di  milikinya.

Mungkin ada di antara Suadara yang akan mengatakan, "Buat apa berilmu kalau akhlaqnya jelek, atau jika tak mengamalkan ilmunya ?" Anggapan demikian ada benar nya, tetapi sama sekali tidak menghilangkan pentingnya ilmu.


Tanpa harus memberikan argumentasi atau contoh yang bermacam-macam, dari kehidupan sehari-hari saja dengan mudah kita  dapat membuktikan pentingnya ilmu. Terlebih di masa sekarang, ketika perubahan berjalan demikian cepat dan kehidupan menjadi semakin kompleks. Karenanya, tak ada pilihan lain untuk dapat menjalani kehidupan ini dengan sukses dan bahagia selain menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya, dan sedalam-dalamnya.

Ajaran Islam sangat menekankan masalah ilmu. Banyak ayat Al-Quran yang menunjukkan ketinggian derajat orang­-orang yang berilmu dan yang memberikan dorongan untuk menuntut ilmu.

Di dalam Al-Qur’an Surah At-Tawbah : 122, Allah SWT berfirman, "Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali ke­padanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya."

Sedangkan, dalam surah Ali `Imran: 18 disebutkan 
"Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan.Para malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyatakan yang demikian."

Dalam ayat tersebut kita perhatikan, Allah memulai dengan diri-Nya dulu, baru para malaikat dan kemudian ahli ilmu. Jelas ini menunjukkan kedudukan mereka yang berilmu.

Dalam
 surah yang lain lagi Allah berfirman,



Artinya : 
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Mujadilah : 11)

Sopan santun menghadiri majlis 

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Hadits-hadits pun banyak yang menyebutkan hal tersebut.
 
Abu Nu’aim meriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal, Rasulullah SAW bersabda, "Kelebihan orang alim (orang yang berilmu) terhadap orang yang ahli iba­dah adalah seperti kelebihan bulan purnama dibandingkan bintang-bintang lainnya."

Dalam hadits lain disebutkan, Umar bin Al-Khaththab mengatakan, 
"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, `Barang siapa berjalan menuju majelis ilmu dari seorang alim, setiap langkahnya akan mendapat seratus kebaikan. Apabila duduk di dekatnya dan mendengarkan apa yang dikatakan olehnya, dengan setiap perkataan ia mendapat satu kebaikan." Demikian yang disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam Riyad ash­Shalihin.

Dalam hadits lain dikatakan, 
"Muliakanlah para ulama, karena mereka adalah ahli waris para nabi. Barang siapa memuliakan mereka berarti telah memuliakan Allah dan Rasul-Nya." (Hadits riwayat Al-Khathib Al­Baghdadi dari Jabir).
Banyak lagi hadits lain yang menyebutkan berbagai hal vang berkaitan dengan ilmu dan orang yang berilmu.

Untuk mendapatkan ilmu, tentu diperlukan banyak persyaratan. Sebagiannya disebutkan  dalam  bait-bait  syair  Imam Syafi'i  berikut :

Saudaraku ….
kau tak akan mendapat ilmu
kecuali dengan enam perkara
Aku akan beri tahukan engkau
dengan perincian yang jelas :
Kecerdasan, Kemauan,
Kesungguhan, dan Biaya
Serta Petunjuk guru
dan Masa yang lama

Kesungguhan dalam menuntut ilmu tentu bukan hanya dalam belajarnya, melainkan juga pada hal-hal lainnya, terutama dalam berdoa kepada Allah SWT untuk menuntut ilmu

Buat membekali  Saudara dalam menuntut ilmu, berikut ini kami sampaikan kepada Saudara berbagai doa dan dzikir yang sangat baik untuk diamalkan. Semoga dengan mengamalkan bacaan-bacaan ini kita tidak hanya mendapatkan ilmu dengan mudah, tetapi juga berkah.

Tetapi sebelum itu akan dipaparkan sekilas tentang adab bagi para penuntut ilmu, yang juga tak kalah penting untuk diperhatikan

 
Adab Menuntut Ilmu

Sebagai seorang penuntut ilmu, sebaiknya Saudara tidak duduk di majelis ilmu kecuali dalam keadaan berwudhu; dan jika memungkinkan, menghadaplah ke kiblat, karena akan lebih mempercepat terbukanya ilmu.
Duduklah dengan sopan, jangan banyak ulah, jangan berbicara dengan orang di samping Saudara ketika pelajaran sedang berlangsung, dan jangan menyibukkan diri dengan membaca atau menulis ketika guru sedang menjelaskan. Dengarkanlah apa yang disampaikan guru Saudara. Hormatilah dan muliakanlah dia, karena kebaikan itu termasuk sifat orang salaf.

Para ulama menyebutkan, orang-orang  yang  menghormati  guru (syaikh)­nya serta menjaga tata krama dengan  mereka, akan dipanjangkan umurnya oleh Allah SWT; dan mereka pun akan dihormati, sebagaimana yang mereka lakukan terhadap guru mereka. Jika berbuat sebaliknya, sebaliknya pula yang akan mereka alami.

Jika Anda bertanya kepada guru Saudara, bertanyalah dengan sopan, dengan suara rendah, dan merujuklah kepada kebenaran. Ikutilah ke mana ia melangkah. Tinggalkanlah kefanatikan untuk menuruti pemahaman Saudara sendiri walaupun guru Saudara menyatakan sesuatu yang berbeda dengan kenyataan. Jika Saudara telah memilih guru yang tepat, pada akhirnya Saudara akan membuktikan kebenaran apa yang dikatakan olehnya.

Jangan tergesa-gesa memberikan tanggapan seperti mengatakan, "Salah, Kiai." Atau, “Masalahnya tidak seperti yang Guru katakan." Melainkan katakanlah, "Mungkin begini..." Atau jika nashnya ada pada Saudara, tunjukkanlah kepadanya. Ini merupakan akhlaq mulia, walaupun cukup berat untuk dilakukan oleh para penuntut ilmu kecuali mereka yang benar­benar memahaminya.

Berlaku sopanlah terhadap saudara-saudara sesama santri, pelajar, mahasiswa (dan janganlah Saudara menganggap diri Saudara mempunyai hak (untuk menguasai) terhadap mereka, Rendahkanlah hati Saudara kepada mereka, karena rendah hati itu termasuk akhlaq orang-orang yang baik, seperti yang diucapkan oleh Habib Abdullah Al-Haddad : “Orang yang rendah hati itu dicintai, sedangkan orang yang sombong itu dibenci. Kesombongan tidak akan menambah apa-apa pada diri Saudara, bahkan ia akan mengurangi kedudukan Saudara di sisi Allah dan di sisi makhluk-Nya.”

Kemudian siapkanlah tinta, pena, dan buku tulis untuk mencatat apa yang Anda peroleh dari hasil belajar. Sesungguhnya ilmu itu seperti hewan buruan, dan tulisan adalah tali pengikatnya, seperti dikata­kan dalam sebuah syair :

Muhasabah
  • Q.S.54 (Al-Qamar) :53. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
  • Tulis apa yang kamu lakukan dan lakukan apa yang kamu tulis.

Doa agar Hati Menjadi Terang dan Terbuka bagi Masuknya IImu

Bila Saudara ingin hati Saudara menjadi terang dan terbuka bagi masuknya ilmu, biasakanlah setiap selesai shalat lima waktu membaca shalawat Al-Fatih sebelas kali dan setiap malam Jum'at seratus kali. Saat membaca menghadap ke kiblat. Berikut shalawat Al-Fatih :
 
Allaahumma shalli wa sallim wa baarik 'ala sayyidinaa muhammadin, al-faatihilima ughliqa wal­khaatimi limaa sabaqa wan-naashiril-haqqa bil-haqqi wal-haadi ila shiraathikal-mustaqim, shallallaahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa ashhaabihi haqqa qadrihi wa miq­daarihil-azhiim.

“ Ya Allah, limpahkanlah rahmat, kesejahteraan, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, pembuka segala yang terkunci, penutup yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran, dan petunjuk ke jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya serta kepada keluarganya dan para sahabatnya dengan sebenar-benar kedudukan dan tingkatan yang agung.”

Bila Anda ingin memiliki banyak ilmu, biasakanlah secara rutin setelah shalat wajib lima waktu membaca ayat di bawah ini tiga kali:

Qul law kaanal-bahru midaadan likalimaati rabbi lanafidal-bahru qabla an tanfada kalimaatu rabbi walaw ji’na bimitslihi madada.

“Katakanlah,’Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)’.”
(QS Al-Kahfi : 109).

Doa sebelum dan setelah membaca Al-Quran, insya Allah mujarab untuk menghafal: 
  • Kalaamun qadiimun laa yumallu samaa'uhu
  • Tanazzaha `an qaulii wa fi`lii wa  niyyatii
  • Bihi asytafii min kulli daa’in wa nuuruhu
  • Daliilun liqalbii inda jahlii  wa hairatii
  • Fayaa  rabbi matti’ni bisirri huruufihi
  • Wa nawwir bihi qalbii wa sam’ii wa muqlatii
  • Wa hablii bihi fathan wa ‘ilman wa hikmatan
  • Wa ‘aanis bihi  ya rabbi fil-qabri  wahsyatii
  • Wa shalli  wa sallim kulla yaumin  wa lailatin
  • ‘Ala man bihir-rahmaanu yaqbalu da'watii
  • Wa alin wa ashhaabin kiraamin aimmatin
  • Bihim yaghfirul-ghaffaaru  dzanbii  wa zallatii
Artinya:
"Kalam yang qadim (Al-Quran), tidak bosan orang mendengarnya. Bersih dari perkataanku, perbuatanku, dan niatku. Dengan keberkahannya aku mohon kesembuhan kepada Allah dari segala penyakit. Cahayanya petunjuk bagiku ketika tidak mengerti dan dalam keadaan bingung.
Ya Tuhan, senangkanlah aku dengan rahasia huruf-hurufnya. Terangilah hatiku, pendengaranku, dan mataku dengannya. Dan berikanlah aku keterbukaan, ilmu, dan hikmah.
Tuhanku, hiburlah keterasinganku di dalam kubur dengannya. Dan limpahkanlah shalawat dan salam setiap siang dan malam kepada orang yang dengannya Ar-Rahman menerima doaku. Juga kepada keluarga dan para sahabatnya, imam-imam yang mulia. Dengan berkah mereka, Tuhan, Yang Maha Pengampun, menghapuskan dosa dan kesalahanku:"

Doa untuk Memperkuat Ingatan (Mudah Menghafal) : Q.S. Ar-Rahman 1 - 6 :
  1. Ar-rahmanu,
  2. `allamal-qur'ana,
  3. khalaqal-insana,
  4. `allamahul-bayan.
  5. Asy-Syamsu wal-qamaru bihusban.
  6. Wan-najmu wasy-syajaru yasjudan.
Doa untuk Memperkuat Ingatan (Mudah Menghafal) : Q.S. Al-Qiyamah 16 – 19 :

16. La tuharrik lisanaka lita jala bih.
17. Inna `alaina jam'ahu wa qur'anah.
18. Fa idza qara'­nahu fattabi` qur'anah.
19. Tsumma inna 'alai­n! bayanah.

Doa untuk Memperkuat Ingatan (Mudah Menghafal) : Q.S. Al-Buruj 21 – 22 :
  1. Bal huwa qur'anum majid.
  2. Fi lauhin mahfuzh.
Artinya :
  • "(Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan AI-Quran. Dia menjadikan manusia, mengajamya pandai berbicara. Matahari dan bulan beredar menund perhitungan. Bintang dan pepohonan sujud (tunduk) ke­pada-Nya (QS Ar-Rahman: 1-6).
  • Jangan engkau gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Quran) karena hendak tergesa­gesa menguasainya. Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya di dadamu dan membuatmu pandai membaca­nya. Apabila Kami telah selesai membacanya, ikutilah bacaan itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya (QS Al-Qiyamah: 16-19).
  • Bahkan yang didustakan mereka itu adalah AI-Quran yang mulia. Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh (QS Al-Buruj: 21-22):"

Doa Mohon Agar Dihidupkan Hati dalam Menuntut  Ilmu Pengetahuan

Ya  hayyu  ya  qayyum  ya  badi  as-sama­wati   wal-ardh ya dzal jalali wal-ikram. Ya Allah la ilaha illa anta, as-aluka an tuhyiya qalbi binuri hidayatika ya arhamar-rahimin


'Wahai Tuhan, Yang Mahahidup, Yang senantiasa mengurus hamba-Nya, Pencip­ta langit clan bumi; wahai Tuhan, Yang Ma­habesar clan Mahamulia. Wahai Allah, tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Engkau. Aku memohon kepada-Mu agar Engkau hidupkan hatiku dengan cahaya hidayah-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara yang pengasih.'

“Fafahhamnaha sulaimaana wa kullan ataina hukman wa `ilma, wa sakhkhama ma`a daawudal­jibaala yusabbihna wathaira wa kunna faa`iliin.”.

“ Ya hayyu ya qayyum ya rabba muusa wa haarun wa rabba ibraahiima wa ya rabba muhammadin shallallahu `alaihi wa sallama wa `alaihim ajma'in.

”Allahummar-zuqnil-fahma wal-`ilma wal-hikmata wal-'aqla birahmatika ya arhamar­rahimin “.

Artinya :

"Maka Kami telah memberikan pemahaman kepada Sulaiman tentangnya. Dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu.  Dan telah Kami tundukkan gunung­gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya.
(QS Al-Anbiya': 79).

“ Wahai Tuhan, Yang Maha hidup dan Yang senantiasa mengurus hamba-Nya, wahai Tuhan Musa dan Tuhan Harun, Tuhan Ibrahim, dan Tuhan Muhammad SAW,


“Berilah aku rizki pemahaman, ilmu, hikmah, dan pikiran dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara yang pengasih."

Amalan supaya Hafal dan Menguasai Ilmu

Agar seseorang bisa menguasai dan menghafal ilmu yang dikajinya, ia harus memenuhi  lima syarat  berikut ini:
Pertama, rajin shalat malam, meski­pun hanya dua rakaat.
Kedua,  selalu  da­lam  keadaan  suci  dari  najis  dan  hadats ( selalu  mengambil  wudhu bila  batal ).
Ketiga, takut kepada Allah lahir batin, baik di tempat umum maupun di tempat yang sepi.
Keempat, bila makan ha rus diniatkan untuk kekuatan dan kesehatan agar da­pat beribadah kepada Allah dan menun­tut ilmu dengan baik, bukan hanya makan karena menuruti keinginan hawa nafsu.
Kelima, bersiwak (menyikat gigi dan mem­bersihkan mulut).
 
-----------------------------------------------------------------



Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar. (HR. Bukhari)


“Ya Allah Jadikanlah kami, orangtua kami, saudara kami, dan keluarga kami, mulai hari ini suatu kebaikan, di tengah-tengahnya kebahagiaan, dan pada akhirnya suatu keberhasilan  dan keselamatan.”