Mengabdi Untuk Berbakti

Sukses Komunikasi pada Usia Lanjut

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Pada hari Jumat tanggal 11 Mei kemarin saya mengikuti seminar yang diadakan oleh pokja geriatri RSUP Dr. Sarjito dan Divisi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UGM Yogyakarta.

Seminar ini diadakan dalam rangka DIES ke-72 FKKMK UGM, HUT RS UGM ke 6 dan HUT ke-36 RSUP ke-36 RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Ketertarikan saya mengikuti kegiatan ini selain karena alasan menambah wawasan dan menuntut ilmu adalah karena termotivasi untuk mendengarkan penjelasan dari guru,dosen,pembimbing dan inspirator saya yaitu DR. Dr.  Probosuseno, SpPD,Kger,FINASIM.

Beliau seorang  konsultan ahli gerontik (pakar kesehatan usia lanjut) yang ilmunya luar biasa ,penyampaian materinya sangat mudah diterima meski oleh orang awam sekalipun,diselingi dengan  humor yang segar sehingga mudah dipahami, dan tidak monoton.

Banyak sekali jabatan yang beliau miliki diantaranya sebagai ketua pokja geriatri ASM FK UGM,  ketua blok Elderly FK UGM,  pengurus IDI cab Sleman dan wilayah DIY, Ketua AKHI dan Perdokhi DIY dan masih banyak lagi jabatan yang lain.

Meskipun begitu beliau sangat low profil, dekat dengan semua orang, tidak pandang bulu, tidak pilih-pilih dalam berkomunikasi maupun bergaul. Semoga kesehatan dan keberkahan ilmu selalu diberikan oleh Alloh swt untuk beliau dan guru-guru kita semua.

Komunikasi semudah bernafas

Komunikasi itu hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Orang beranggapan bahwa komunikasi itu tidak perlu dipelajari. Di dalam kehidupan sehari-hari kemampuan berkomunikasi sering kita temukan dapat memperlancar atau bahkan menghambat hubungan antar manusia.

Kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk berkomunikasi sehingga kita merasa komunikasi itu sangat mudah seperti kita bernafas,namun ternyata tidak semua komunikasi yang kita lakukan itu berhasil sesuai dengan yang kita inginkan.

Komunikasi berguna untuk menginformasikan, mendidik,  menghibur, mengekspresikan perasaan dan mempengaruhi orang lain.

Proses perubahan perilaku dilalui dengan komunikasi dari tidak tahu menjadi tahu kemudian bisa menerima, mempunyai keinginan selanjutnya mempraktekan dan mampu mempengaruhi orang lain.

Ada beberapa kemampuan dan persiapan yang perlu kita kuasai dan terapkan dalam komunikasi dengan orang lain.

Supaya komunikasi kita efektif diperlukan pemahaman mengenai bahasa tubuh (komunikasi nonverbal)  seperti ekspresi wajah, gerak-gerik, dan berbagai isyarat yang lain. Menjaga sikap positif juga penting kita lakukan ketika kita berkomunikasi dengan orang lain.  

Menurut dr. Patricia Paton agar komunikasi dengan orang lain efektif kita harus mengenal diri sendiri terlebih dahulu, dalam hal ini ada teori yang bisa kita terapkan yang terkenal dengan Johari Window,sebuah teknik mengenal diri yang dikemukakan oleh dua psikolog Amerika, yaitu Joseph Luft dan Harrington Ingham.  

Konsep ini menyebutkan bahwa ada empat ruang yaitu open atau area terbuka adalah bagian diri dimana baik diri sendiri ataupun orang lain mengetahuinya,. Ruang kedua disebut blind spot (buta) adalah bagian diri yang dikenali orang lain walaupun diri sendiri tidak mengetahuinya.  Ruang ketiga disebut hidden (tertutup) yaitu beberapa hal dari diri yang kita sembunyikan dari orang lain. Ruang keempat disebut unknown (tidak dikenali)  berisi bagian diri yang baik sadar atau tidak sadar tidak diketahui oleh diri sendiri danorang lain.

Aplikasi johari window pada komunikasi mengharapkan agar kita memperluas daerah terbuka pada diri kita. Bagaimana caranya?  Akan kita bahas pada tulisan selanjutnya ya....

Hasil riset dari Mechribian dan Ferris menyebutkan keberhasilan penyampaian informasi 55% ditentukan oleh bahasa tubuh (postur,  isyarat,  kontak mata),  38% ditentukan oleh nada suara (cara bertutur,dialek,intonasi) dan 7 % saja yang ditentukan oleh kata-kata. Dari hasil riset tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang efektif akan berhasil bila dilakukan dengan bahasa baik verbal maupun nonverbal.

Komunikasi yang sukses pada Lansia

Lebih mudah  untuk berkomunikasi dengan orang yang usianya tidak jauh berbeda dengan kita daripada dengan orang yang sudah lanjut usia.

Banyak teori yang menjelaskan bagaimana cara kita berkomunikasi dengan lansia dan cara menyenangkan mereka.  Teori proses menua dikuti oleh perubahan fisik, psikis, sosial.

Menurut penjelasan DR.Probosuseno komunikasi pada Lansia akan sukses bila memenuhi hal-hal berikut :
K- kamu ,kisah,  kecepatan dan kerasnya suara (pesan),  kata akhir diperjelas artinya kita harus membina kedekatan emosional dengan menggunakan kata kami atau kita karena hal itu menciptakan suasana bahwa anda dan mereka ada pada posisi dan tingkat yang sama. Kesamaan akan menyebabkan kedekatan emosional. Pengucapan yang jelas, intonasi yang ramah,  kecepatan dan kerasnya suara juga harus diperhatikan bagi lansia,  kata-kata yang penting dan akhir ditekankan agar lebih jelas. Hal ini membuat lansia merasa dihargai.

O- oral higiene. Sebelum berkomunikasi dengan lansia kota harus melakukan perawatan untuk kebersihan mulut kita agar lansia menjadi nyaman.

M-memperhatikan artinya ketika kita berkomunikasi dengan lansia kita harus menatap wajah mereka,  badan condong atau membungkuk ke depan,  pertahankan kontak mata,  berhadapan.

U-untung untuk kita artinya apa yang kita komunikasikan dengan lansia itu bisa bermanfaat, bisa kita ulangi dan tidak boleh sombong

N-nama dan hal yang penting sebut/ingat artinya kita bisa menyebutkan nama lansia tersebut dan hal-hal yang penting yang mereka banggakan atau sukai

I-interest (perhatian) maksutnya tunjukkan kepada mereka bahwa kita memprrhatikan,  kita perduli dan senang berbicara dengan mereka.

K-kesempatan,  berikan kesempatan mereka untuk berbicara,  apabila perlu alat bantu seperti kertas,  atau media yang laim bisa kita gunakan.

A-alat bantu,  amanah,  andai aku kadi dia,  angguk,  akrab artinya apabila butuh alat bantu bisa kita gunakan,  berikan empati kita dengan ikut merasakan apa yang mereka alami, posisikan bagaimana seandainya kita menjadi dia,  bahasa tubuh mengangguk, akrab atau …

S-setara,semangat, sesuatu untuknya,  sederhana, sentuh artinya kita menghargai lansia sebagaimana kita memposisikan bahwa mereka adalah orang tua kita, senyuman yang tulus juga perlu kita berikan untuk mereka,  panggilan yang sopan,  dan gunakan bahasa yang sederhana, berikan juga sentuhan pada pundak misalnya , akan membuat mereka lebih berharga,  berguna serta dapat meningkatkan motivasi mereka dalam berkarya dan beraktivitas.

I-ingat Tuhan artinya selalu gunakan pendekatan agama untuk berkomunikasi dengan lansia,  seperti kita ingatkan pra -selama dan pasca meninggal,  balasan serta keturunan

Semoga berkah manfaat

Motivasi Diri

thumbnail


"Kenapa ngajinya salah terus ? , lagi mikirin apa sampeyan ? " . Pertanyaanku pada seorang anak santri yang pagi ini setoran hafalan dan banyak salahnya. " Lagi galau bu,  pengen pulang, semalam tidak enak badan,  sering pusing sama sakit perut kalo inget rumah ".  jawabnya.

Bukan zaman now saja setiap orang punya masalah,  sudah sejak zaman old setiap orang itu punya masalah.  Mungkin bukan hanya muridnya saja yang galau,  tapi gurunya juga sering galau, sama saja.  Setiap orang mengalaminya,  muda dan tua , miskin dan kaya juga sama saja punya masalah. Setiap manusia di dunia ini memiliki permasalahannya masing-masing. 

Bagaimana reaksi kita dalam menghadapi masalah,  bagaimana bisa bertahan dan menyikapi masalah itulah yang kita perlukan.

Allah swt itu Maha bijaksana,  DIA selalu kirimkan orang-orang baik di sekitar kita. Ketika kita sedang tertekan,  ketika kita sedang sakit,  ketika kita sedang butuh dukungan, ketika kita kesepian,  dan tidak tahu harus bagaimana ternyata banyak sekali support system yang ada disekitar kita.

Ada Al Qur'an yang setiap saat menentramkan perasaan kita,  ada doa ibu yang selalu menjadi senjata ampuh bagi kita, ada keluarga yang mencintai kita dan setiap saat siap membantu, ada saudara dan teman-teman  yang baik serta selalu mengerti kita, ada murid-murid yang bisa menyenangkan hati kita.

Kurang baik apa Allah sama kita ? 

Ada cara  paling ampuh yang membuat kita selalu bisa kuat diterpa berbagai masalah adalah bersandar dan berserah diri kepada Allah swt. Tuhan yang Maha Kuasa yang mengatur segala hal.

Dukungan dan hubungan yang baik dari orang-orang disekitar kita akan membantu kita untuk bangkit, akan membuat kita lebih bersemangat dalam menjalani hidup ini.

Semakin baik hubungan yang terjalin akan semakin kokoh pula diri kita menghadapi hidup ini. Semua itu sangat kita butuhkan untuk sumber kekuatan selain kekuatan dari yang Maha Memberi Kekuatan.

Dalam menghadapi masalah saya ambil contoh ketika kita menghadapi rasa sakit. Orang sakit  itu sering merasa serba tidak nyaman,  perasaannya sensitif,  mudah tersinggung, sedikit-sedikit dipikir. Merasa tidak berdaya, tidak berguna dan perasaan lebay lainnya.

Orang sakit itu mempertahankan integritas tubuh dan psikis, memulihkan fungsi tubuh yang rusak, dan membatasi kerusakan yang tidak bisa pulih kembali.  Mungkin orang bisa sakit karena dia terlalu lelah baik fisik maupun mental.

Orang sakit itu terkadang membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya untuk mampu bertahan hidup,  dan membantu mengatasi perasaan tidak berdaya dan kecemasannya.

Kita harus menciptakan kemampuan pribadi untuk menghilangkan setiap kecemasan,  mengurangi perasaan yang menyakitkan karena pengalaman yang tidak enak, menciptakan mekanisme penolakan terhadap penyakit fisik dan psikis,  dan banyak hal yang tidak nyaman dalam hidup kita.

Bagaimana caranya? 

Ubah sudut pandang negatif dengan sudut pandang yang positif. Dengan berpikir positif kita akan semakin optimis dalam menghadapi setiap kesulitan dalam hidup ini. Dengan berpikir positif kita semakin kreatif dan bertambah wawasan kita. Dengan berpikir positif kita akan bahagia,  hidup ini menjadi indah,  jangan merasa tidak berguna,  jangan merasa tidak berdaya,  jangan merasa tidak berarti.

Keep spirit...
Semoga manfaat.

Tidak semua niat baik itu baik

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Apaan tuh maksutnya?  Jadi pengen nulis tentang niat,  terinspirasi dari peristiwa hari ini. Aku nulis dan terus menulis itu karena merasakan ketika aku menulis semua itu begitu indah,  aku lupa dengan kesedihan,  aku lupa dengan rasa sakit, aku lupa dengan penderitaan.

Aku tidak pernah berpikir kalau tulisanku ini nantinya akan menyinggung orang lain,  atau menyindir orang lain atau membuat resah hati orang lain.  

Mungkin ada yang menganggap itu tidak baik,  ada yang tidak pas,  ada yang beda,  ada yang tidak suka,  ya itulah dunia,  itulah kita manusia,hal itu wajar, so.. Keep enjoy, tetaplah menulis.

Sungguh niat semata-mata ingin agar tulisanku bisa memberi manfaat untuk orang lain. Agar mendapatkan ridha dari Allah swt.

Sebelum memulai menulis dan melakukan pekerjaan apapun kita harus senantiasa membersihkan hati kita dari perasaan ujub.

Benahi niat kita bersih semata-mata karena Alloh swt.  Di dalam kitab Arbain Nawawi bab 1 membahas tentang niat. "Innamal a'maalu binniyyaati" sesungguhnya semua amalan itu tergantung kepada niatnya.  Seseorang akan dinilai dan mendapatkan balasan mulia dari Alloh karena niatnya.

Seseorang yang melakukan perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh)  jika diiringi niat karena mencari keridhaan Allah maka dia akan bernilai ibadah.

Amalan dunia jika kita lakukan dan niatkan karena ibadah mengharap ridha Alloh maka akan bernilai ibadah seperti kita berangkat ke kantor,kerja niatkan untuk mencari ridha Allah pada bidangnya masing-masing. Dokter,perawat, dan tenaga kesehatan yang lain niat berangkat kerja untuk  membantu pasien, menolong orang lain dan niat baik yang lain.

Demikian juga sebaliknya perbuatan atau amal akherat seperti shalat, puasa, haji, sedekah jika kita lakukan dan niatnya salah supaya dilihat orang lain,  supaya disebutkan maka dia hanya akan mendapatkan seperti yang dia niatkan.

Betapa urusan niat ini sangat unik,  karena niat itu tempatnya di hati. Memang urusan niat ini kadang-kadang harus kita paksakan. Jangan sampai kita terjebak untuk tidak melakukan kebaikan karena niat kita belum ikhlas,  ingat kata salah satu guru saya ketika mondok dulu " yo niat itu harus dipekso,  kalo gak dipekso kapan kamu mau ngaji"

Memang butuh proses agar kita bisa ikhlas,  bisa beramal dan melakukan segala hal hanya karena Allah semata.

" Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan, siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasulnya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasulnya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju" (HR.  Bukhori dan Muslim)

Asbabul wurud dari hadist diatas seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama "Ummu Qois" bukan untuk meraih pahala berhijrah maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan "Muhajir Ummu Qois" (orang yang hijrah karena Ummu Qois).  

Wallahua'lam bissowab
Semoga bermanfaat

Ikhlas itu Kalo Kita Tidak Sakit Hati

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Merenungkan makna ikhlas itu berhari-hari gak ketemu jawabannya.  Ya jelas gak ketemu lah,  hanya direnungkan saja kok. Padahal di status wa ku itu jelas ada kata-kata " Bukanlah kesabaran jika masih ada batasnya dan bukanlah keikhlasan jika masih ada rasa sakit"  jadi ?

Kalo masih ada yang bilang sabar itu ada batasnya berarti itu bukan sabar. Sabar itu tak berbatas... Ikhlas itu kalo kita sudah tidak merasakan sakit meskipun kita disakiti.  Hhm..

Apa ni contohnya ikhlas tu,  ketika kita update status kemudian dikomentari orang bermacam-macam komentar. Ada yang memuji,  ada yang hanya sekedar komentar,  bahkan ada yang tidak sependapat. Nah,  saat itu kita tetap biasa saja. Dipuji juga perasaannya biasa,  di komentari juga biasa dan dicaci juga biasa,  sama saja. Mungkin itu yang namanya ikhlas.

Supaya bukan hanya merupakan pendapat pribadi akan saya ambil beberapa pendapat para ulama mengenai Ikhlas ini.

Terdapat didalam kitab At Tibyan fii Adabi Hamalatil Qur'an yang saya mengkajinya langsung dari KH.Muslim Nawawi sewaktu nyantri di PP An Nur disana dijelaskan pada bab 4 tentang adab-adab pengajar Al Quran dan pelajarnya diriwayatkan dari Al Ustadz Abul Qosim Al Qusyairi rahimahullah ia berkata "Ikhlas ialah taat kepada Alloh saja dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Taala tanpa sesuatu tujuan yang lain, seperti berpura-pura kepada makhluk atau menunjukkan perbuatan baik kepada orang banyak atau mengharap pujian dari manusia atau sesuatu makna selain mendekatkan diri kepada Allah swt". Dan beliau berkata " Boleh dikatakan, Ikhlas itu adalah membersihkan perbuatan dari perhatian makhlul".

Masih dalam kitab tersebut dijelaskan dari Dzun Nun rahimahullah ia berkata " Tiga perkara yang merupakan tanda ikhlas,  yaitu sama saja tidak terpengaruh oleh pujian dan celaan orang banyak,  lupa melihat amal-amal baik kita,  dan hanya mengharap amal-amalnya di akherat.

Dari As Sariyyu rahimahullah,  ia berkata " jangan lakukan sesuatu karena mengharap pujian orang banyak,  jangan pula tinggalkan sesuatu karena mereka,  jangan menutup sesuatu karena mereka dan jangan membuka sesuatu karena mereka".

Ikhlas itu tidak senang ketika dipuji,  tidak malas ketika tidak ada yang komentar,  tidak benci ketika dicela dan beda pendapat. Jadi ikhlas itu tidak cari komentar,  tidak cari pujian dan membersihkan amalan kita dari perhatian manusia.  Kira-kira bisa tidak ya kita sampai pada derajat itu , karena ikhlas itu hal yang paling sulit bisa kita lakukan.

Semoga bermanfaat.

Apakah yang harus dipersiapkan memasuki Ramadhan ?

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Tak terasa,  Ramadhan telah tiba. Perasaan senang dan gembira menyambut bulan Ramadhan diiringi dengan harapan semoga Ramadhan tahun ini membawa banyak berkah dan manfaat bagi kita.  

Apa bedanya orang zaman dulu dengan zaman now dalam menyambut Ramadhan?  

Kalangan salaf dahulu mempersiapkan datangnya Ramadhan dari 6 bulan sebelumnya, mereka berdoa dengan sungguh-sungguh agar bisa bertemu dengan Ramadhan. Subhanallah..Mereka begitu antusias menyambut berkah Ramadhan.

Sudahkah kita mempersiapkan dengan baik untuk menyambut Ramadhan  ini?

Beberapa hal yang perlu kita persiapkan dalam memasuki bulan Ramadhan :

Persiapan pertama Tazkiyatun Nafs (membersihkan diri dan hati), memohon ampunan kepada Alloh swt atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan, betapa banyak dosa, kesalahan yang selalu kita lakukan baik sadar ataupun tidak. Alloh swt itu Maha baik, Dia selalu menutup aib kita, sekalipun dosa yang kita lakukan sangat banyak. Astaghfirullah.. Mohon ampunanMu ya Allah...

Dengan membersihkan diri dapat melahirkan keikhlasan,  kesabaran,  tawakal dan amalan hati dapat menuntun kita kepada ibadah yang berkualitas.

Yang kedua,  siapkan keilmuan kita.  Jangan lelah untuk menuntut ilmu apalagi dibulan Ramadhan yang penuh maghfirah dan rahmat. Hanya dengan ilmu kita akan bisa melaksanakan ibadah puasa dengan benar. Menurut Ibnu Qoyyim Al Jauziyah "Orang yang berilmu mengetahui tingkatan ibadah,  perusak-perusak amal,  hal-hal yang menyempurnakannya dan apa saja yang menguranginya "

Ketiga, siapkan jiwa dan spiritual kita. Persiapkan diri lahir batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah lain didalamnya dengan hati yang ikhlas.

Empat,  persiapkan fisik,  jaga kesehatan karena kesehatan adalah modal utama untuk beribadah. Kalau badan kita sehat kita akan bisa beribadah dengan baik. Jaga pola makan yang sehat, aktivitas dan istirahat yang tepat.

Kelima,  persiapan dana.  Banyak amal shalih yang bagus dan pahalanya berlipat ganda untuk kita laksanakan dalam bulan Ramadhan ini. Persiapkan dana untuk infaq, shadaqoh, memberi buka dan lain-lain.

Semoga Alloh swt senantiasa memberikan kita kesehatan lahir batin,  kekuatan dan keridhaan  kepada kita sehingga kita diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah dibulan suci Ramadhan.

Mohon maaf lahir batin,  semoga bermanfaat.

Aman dan Nyaman Berkendara pada Usia Lanjut

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Usia lanjut bukan halangan untuk tetap beraktivitas seperti zaman masih muda. Masih merupakan topik dalam seminar beberapa hari yang lalu,  DR dr Probosuseno, SpPD, KGer  ahli lansia dari FK UGM RSUP Dr Sardjito menyampaikan beberapa tips agar aman dan nyaman berkendara pada usia lanjut.

Penyampaian materi yang sederhana dan mudah diterima oleh peserta yang terdiri dari kalangan awam, dokter spesialis, perawat,  akademisi,  bahkan ada beberapa doktor dan calon doktor yang mengikuti acara tersebut.
Menurut  CDC (Centers for Disease Control dan Prevention) tahun 2015 terdapat 40 juta orang usia lanjut (65 tahun ke atas) di Amerika Serikat yang memiliki sim berkendara. Pada tahun 2014 ditemukan data terdapat lebih dari 5700 orang lanjut usia yang meninggal dan 236 ribu lainnya dirawat akibat cedera kecelakaan.

Kondisi transportasi di Yogyakarta juga semakin ramai seperti layaknya kota besar, saat ini macet dimana-mana,  mobil sangat banyak kita jumpai di jalan raya. Proporsi usia lanjut di Yogyakarta yang memiliki SIM C 2,4% (30.000 dari 1.236.374) dan yang memiliki SIM A :1,8%(15.500 dari 879.000).

Berkendara membutuhkan kondisi fisik yang sehat dan prima.  Usia lanjut bukan pengemudi yang paling berbahaya di jalan. Namun ada resiko yang bisa terjadi diantaranya resiko kecelakaan meningkat mulai usia 55 tahun. Nyetir butuh keseimbangan antara fokus pandangan, kesigapan gerak tubuh dan ketajaman
 pemikiran.

Pada usia lanjut adaptasi otak semakin menurun, tendon persendian dan kekuatan tulang juga menyusut sehingga postur tubuh semakin membungkuk dan tampak pendek padahal postur tubuh yang baik sangat penting dalam keamanan mengemudi.

Sebenarnya boleh tidak sih lansia mengemudi mobil atau naik motor sendiri? Sulit menentukan apakah usia lanjut dapat mengemudi atau tidak. Tidak ada uji kompetensi memgemudi yang efektif dan mudah sehingga ini menjadi tugas dokter untuk menilai kapasitas fungsional pada lansia.

Proses menua dan kondisi medik pada usia lanjut yang mempengaruhi kemampuan mengemudi diantaranya akibat proses degeneratif yaitu penurunan fungsi penglihatan,  pendengaran, kognitif, kekuatan, kelenturan dan rentang gerakan

Kapan seharusnya berhenti? Lansia biasanya tidak boleh berkendara oleh anak atau keluarganya. Sebenarnya ada beberapa keuntungan berkendara bagi lansia yaitu mampu meningkatkan kualitas hidup,  meningkatkan rasa percaya diri, melatih kecerdasan selama tidak ada tanda yang membahayakan.  

Larangan mengemudi bagi lansia apabila ada tanda perubahan fungsi tubuh sperti stroke dan penyakit kronis lain seperti penyakit jantung,  DM (ada riwayat hipoglikemi), llansia dengan epilepsi, beberapa kondisi akut yang mengganggu kesadaran,  tanda sering melanggar atau terkena tilang karena sulit melihat rambu-rambu lalu lintas, bingung antara pedal gas dan rem,  tersesat atau lupa jalan pulang

Idealnya lansia layak mengemudi sendiri jika memiliki jarak pandang yang luas ke depan, dibantu dengan jarak antara mata ke gagang setir kurang lebih 8 cm.

Menurut DR dr. Probosuseno SpPD.KGer menuliskan tips aman mengemudi bagi lansia adalah sebagai berikut :

Cukup tidur sebelum bepergian,
bepergian /berkendara dengan teman, anak atau keluarga, tiap 200 km atau setiap 2 jam istirahat,cegah alkohol dan obat-obat berbahaya, bila sulit tidur cari penyebabnya dan segera konsultasi/berobat ke dokter, pada musim dingin dengan penghangat, bila sudah merasa lelah berhenti, pantau tingkat kesiagaan diri /pengenalan tanda kehilangan kesiagaan dengan cara amati apakah ada gangguan dalam gaya atau kemampuan seperti ketika mundur,  terlambat menginjak rem, tidak menyalakan lampu sen ketika mau belok, dalam mengemudi agar selalu siaga dengan cara mendengarkan radio, bicara dengan penumpang, minum air,  bernafas dalam tiap 10 menit.

Jika naik motor hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

Cek kondisi roda,  rem,  lampu,  spion,  surat-surat,  bahan bakar, jika musim hujan siapkan jas hujan yang baik, pastikan kendaraan aman dan nyaman, hati-hati jalan berlubang, batas pinggiran aspal, jika sebagai pembonceng, siapkan helm,  lihat jalan, jika membawa barang jangan sampai mengganggu gerakan berkendara

Apabila naik kendaraan umum maka perlu mempersiapkan hal-hal berikut :
Perkirakan jarak dan waktu tempuh dengan saat buang air, barang yang berat jangan dipangku, ditaruh ditempat yang aman,  diberi tanda (nama yang jelas), Jika belum kenal waspada minuman yang mengandung obat tidur dari kenalan orang seperjalanan, bawa obat rutin dan P3K, serta uang cukup jika ada pengamen atau peminta-minta, tempat uang yang terjaga dari pencopet, siapkan baterai ponsel penuh dan catat nomor-nomor penting (dibuku dan HP), bekal yang cukup (uang, makanan,  minuman),  saling berjaga dan selalu berdoa.


Pencegahan yang bisa dilakukan bagi anak dan keluarga untuk orang tuanya bisa kita lakukan dengan cara memfasilitasi orang tua lansia, temani ketika berkendara, tujuan tidak jauh, batasi waktunya, amati apakah ada gangguan, kita bisa menawarkan diri untuk menggantikan menyetir demi keamanan dan keselamatan,  pastikan kendaraan aman dan nyaman, fasilitasi orang tua untuk olahraga secara rutin untuk memperbaiki kekuatan serta fleksibilitas, antarkan untuk tes mata karena penglihatan merupakan indera utama untuk mengemudi.

Semoga bermanfaat.

Catatan kecil ngaji kitab Ta'limul Muta'allim karya Az Zarnubi

thumbnail

Oleh : Nurul Isnaini

Pagi selepas sholat dhuha jadwalnya adalah kajian kitab Ta'limul Muta'allim. Pada pagi hari ini sudah sampai pada bab "Mengagungkan Ilmu dan Ahli ilmu" agar ilmu kita manfaat dan berkah maka wajib untuk mengagungkan ilmu dan guru. Manusia tidak akan menjadi kafir karena perbuatan dosa/maksiat yang dia lakukan,  namun bisa menjadi kafir karena tidak mengagungkan Alloh swt.

Mengagungkan guru juga termasuk dari bagian mengagungkan ilmu. Dengan cara menghormati guru ilmu kita bisa berkah dan manfaat.  Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa dia rela menjadi budak/hamba sahaya bagi gurunya. Mau dijual,  mau disuruh apa juga menurut. Sampe segitunya  bagaimana kita harus patuh dan hormat pada guru kita.

Demi memulyakan guru juga sebaiknya memberikan hadiah kepada guru. Guru itu ya pasti ikhlas tidak mengharapkan apa-apa selain ridha Alloh tapi sebagai murid yo kadang-kadang boleh kasih hadiah untuk gurunya.  Saya ingat dalam tiga hari ini dikasih 3 hadiah dari murid saya,  ada yang ngasih kerudung,  ada yang ngasih baju, ada yang ngasih bahan. Subhanallah semua itu tanpa disangka dan diharapkan. Terimakasi anak-anakku.

Syeikh Sadiduddin Asy Syairaziy berkata gurunya berucap bagi yang ingin putranya alim, hendaklah suka memelihara,  memulyakan,  mengagungkan dan menghaturkan hadiah kepada ahli agama/ulama. Kalau bukan putranya nanti yang alim semoga cucunya.

Termasuk adab kepada guru jangan berjalan di depannya,  tidak duduk ditempatnya, tidak memulai bicara kecuali atas perkenannya, tidak berbicara macam-macam kepadanya,  dan jangan menanyakan hal-hal yang membosankan padanya.

Jadi penasaran pengen neliti kenapa santri zaman dulu beda banget dengan santri zaman now. Dulu,  saya sewaktu nyantri masih bisa nerapkan adab-adab seperti yang terdapat pada kitab Ta'lim tersebut,  namun nampaknya santri zaman now agak beda.  Padahal sepertinya makanannya sama, ada sebagian asumsi mengatakan karena pengaruh HP atau perkembangan teknologi. Sepertinya asumsi ini perlu dibuktikan dengan penelitian. Jadi penasaran pengen neliti tentang beda santri zaman dulu dgn zaman now. Menarik ini...

Setengah dari menghormati guru adalah mencari keridhaannya. Ada cerita dari Qadli Iman Fahruddin Al Arsyabandiy seorang sultan kepala para imam di Marwa beliau seorang yang derajatnya tinggi sangat dihormati, padahal dahulu beliau yang memasakkan gurunya. Ketika ditanya beliau mengatakan ini semua berkat dia menghormati dan berkhidmah kepada gurunya.

Jangan pernah membuat guru kita tidak ridha, jangan pernah melukai hati guru kita karena berkah ilmu menjadi tertutup dan sedikit kemanfaatannya.